Sudah Cukup, PLTU Batu Bara Bukan Pilihan

Belum lekang dari ingatan kita rangkaian penolakan yang dilakukan kelompok masyarakat sipil dan warga Teluk Sepang atas pembangunan PLTU Batu bara yang akan merenggut kebaikan alam bagi kehidupan mereka. http://www.cumakita.com/artikel/rakyat-kirimkan-surat-penolakan-rencana-pembangunan-pltu-batu-bara-di-teluk-sepang-2/ Penolakan itu bukan tanpa sebab. Penolakan itu berangkat dari ketakutan yang diperoleh dari mempelajari PLTU Batu bara. Ketakutan nelayan atas rusaknya laut tempat mereka menggantungkan hidup. […]

Tanggungan Beban Lingkungan Akibat Tambang di Propinsi Bengkulu (Catatan Akhir Tahun)

Izin Usaha Pertambangan (IUP) mineral dan batubara dipropinsi Bengkulu periode Agustus 2016 sebanyak 152 IUP[1] dengan luasannya mencapai 517 ribu hektar. Injatama Menggerus Lahan Pertanian Rakyat. Masuknya pertambangan sangat erat kaitannya dengan penghilangan lahan pertanian rakyat. Seperti yang terjadi di desa Gunung Payung misalnya, ada penghilangan sekitar 280 hektar lahan pertanian rakyat sejak 2010 PT. […]

Tergerusnya Ruag Kelola Masyarakat Suku Semende, Nasal, Kabupaten Kaur.

Asal masyarakat desa Muara Dua merupakan bagian dari suku Semende (mayoritas suku asal masyarakat Sumatera Selatan). Suku Semende yang menetap di desa Muara Dua adalah keturunan dari nenek Moyang yang berasal dari daerah Mekakau Ulu dan Mekakau Ilir. Sebelum mereka bermukim di Muara Dua, terlebih dahulu mendiami daerah Tumbu’an dan membuat dusun yang pertama dan […]

Sekitar 150 Hektar TNKS di Kuasai Oleh Masyarakat, Balai Besar dinilai Lalai Dalam Tugas.

CumaKita- Pemetaan partisipatif yang dilakukan Yayasan Genesis Bengkulu bersama dengan masyarakat (27/12/2015) menemukan beberapa titik bukaan lahan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Setelah dilakukan pengolahan data, kurang lebih 150 hektar kawasan TNKS di kuasai oleh masyarakat lokal maupun pendatang. Pemetaan partisipasif ini bertujuan untuk pembuatan peta lokasi perhutanan sosial dengan pola kemitraan yang akan […]

Petani Karet, Aktor Penting dalam Perubahan Iklim.

CumaKita- Tanaman Karet (Hevea brasiliensis) merupakan jenis tanaman hutan yang tidak mengubah fungsi ekologis secara signifikan, serta dapat melakukan penyerapan karbon sebesar 318,7 ton per hektar dalam satu tahun nya (sumber: sivakumaran, 2000) ketimbang tanaman sawit yang hanya bisa melakukan penyerapan karbon hanya 90 ton/ha per tahun (sumber: Chan, 1980). Tanaman yang memiliki tingkat adaptasi […]

Sungai Diambang Kehancuran, Kami Terancam Bencana.

Sungai merupakan sumber penghidupan bagi rakyat, maka kelestariannya menjadi penentu keberlanjutan kehidupan rakyat. Provinsi Bengkulu memiliki 130 sungai serta anak sungai dengan panjang rata-rata 47,6 Km. Sungai-sungai ini secara umum bermuara ke samudera Indonesia dengan topografi yang berbukit-bukit dan terjal. Sungai-sungai yang relatif pendek namun memiliki aliran yang cukup deras dan berjeram ini digunakan sebagai […]

LEMBAR FAKTA “Percepatan Penenggelaman Pulau Enggano Lewat Pembangunan Yang Eksploitatif”.

  Sebagai sebuah pulau yang berada ditengah samudera Hindia, Enggano berada pada keadaan yang rentan terhadap bencana. Tanaman Manggrove, tutupan hutan, karang, serta pasir di bibir pantai merupakan benteng utama keselamatan pulau ini dari ancaman gelombang. Luasan wilayah yang hanya 38.000 hektar (data pemetaan partisipatif rakyat Enggano tahun 2002) saat ini Enggano telah menjadi tempat […]

Pembangunan yang Tak Mengenal Watak Alam.

CumaKita- Pembangunan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, dinilai belum menyesuaikan watak alam pulau samudra itu. Dampaknya, lingkungan terdegradasi dan mengancam kehidupan manusia di sana. “Sebagai pulau kecil di tengah samudra, sifat dasar Enggano sudah rentan,” kata Koordinator Forum Pengurangan Risiko Bencana Bengkulu Ali Akbar pada Simposium Enggano 2015 bertema “Enggano: Alam dan Manusianya”, Selasa (17/11) […]

“Simposium Enggano”, Enggano Pulau Terdepan Yang Luar Biasa.

Bengkulu, CumaKita- Pulau Enggano merupakan pulau terluar yang secara administrasi wilayah menjadi bagian provinsi Bengkulu dan masuk ke dalam Kabupaten Bengkulu Selatan. Sebagai pulau terdepan dan masuk ke dalam golongan pulau terpencil pulau Enggano memiliki banyak fungsi strategis. Secara geologi Enggano tidak pernah bertemu dengan pulau Sumatera sehingga pulau Enggano memiliki banyak flora dan fauna […]