Perusakan Alam Mengancam Habitat Rafflesia di Kaur

imageKaur, Cumakita.com – Perusakan Habitat Rafflesia di Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur sangat disayangkan. Pasalnya bunga yang dikenal langka serta sebagai icon kota Bengkulu ini banyak hilang dan membusuk akibat perusakan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab.

Ketua Komunitas Peduli Puspa Langka Padang Guci (KPPLG) Noprianto menuturkan, sebelumnya dilokasi hutan Sakaian Manyan dan Sungai Penangkulan Padang Guci Hulu tercatat sekitar 12 bonggol Raflesia. Dua diantaranya sudah siap mekar dan sisanya masih dalam fase Kopula dan Brakta.

“Sejauh ini kita tidak mengetahui siapa yang melakukannya. Namun, berdasarkan bukti yang ada dilokasi, diduga kuat dilakukan dengan sengaja dan ini sangat disayangkan,” pungkas Nopri.

Perusakan dilakukan dengan cara menebas atau memotong dua induk inang atau tetrastigma yang mengakibatkan puluhan bongkol rafflesia terancam mati bahkan punah untuk selama-lamanya.

“Selama ini kami berusaha menjaga, mengawasi dan melestarikan keberadaan Puspa Langka dalam kawasan itu, tidak hanya itu kami selalu berupaya untuk mengenalkan dan memasyarkatkan Rafflesia pada semua golongan. Seharusnya kita bangga dengan tumbuhnya habitat langka ini,” katanya.

Ia juga menuturkan bahwasanya dihutan pun ada etika. Saat berada di hutan alam bebas ada aturan main yang harus dipatuhi. Meskipun di hutan, bukan berarti bisa leluasa membuang sampah dengan sembarangan, serta menebang dan menebas sembarang.

Walau tak ada satu pun polisi yang berdiri, bukan berarti pula kita bisa seenaknya merusak, mencoret, mengambil atau bahkan membunuh segala sesuatu yang kita temui. Bahkan untuk urusan buang hajat sekalipun ada sebuah aturan tak tertulis yang harus kita patuhi.

Sebagai pencinta alam tentunya tahu aturan tersebut. Selain sebagai tempat bermain, Hutan dan alam bebas ini tanpa disadari telah menjadi guru dan tempat belajar bagi kehidupan tanpa harus disuruh dan diawasi.

“Ada beberapa etika seorang pencinta alam atau buat anda yang mempunyai hoby berwisata saat berada di alam bebas yakni; Hormati adat istiadat sekitar. Jangan sembarangan membuang sampah. Jangan cemari mata air. Jangan membabi buta membuat tenda. Jangan meninggalkan sesuatu di dalam hutan kecuali jejak sepatu mu. Jangan ambil sesuatu di dalam hutan kecuali gambar/dokumentasi,” paparnya. (Wha)