Menuju Kelestarian Hutan dan Kesejahteraan Masyarakat di Bengkulu Selatan.

jadi

jadiLuas Kabupaten Bengkulu berdasarkan data dari Dinas Kehutanan dan ESDM Bengkulu Selatan adalah 118.570 ha dan dari luasan tersebut 69.339,54 untuk areal penggunaan lain dan 49.230 ha diantaranya merupakan kawasan Taman Wisata Alam Lubuk Tapi-Kayu Ajaran 5,5 ha, Tahura Geluguran 482 ha, hutan produksi Air Bengkenang 1.579 ha, Hutan Produksi Tetap Air Kedurang 1.192 ha, Hutan Produksi Tetap Peraduan Tinggi 9.158,42 ha, Hutan Produksi Tetap Bukit Rabang 4.216,54 ha, Hutan Lindung Bukit Sanggul 7.982 ha, Hutan Lindung Bukit Raja Mandara 20.727 ha dan Hutan Lindung Bukit Riki 4.370 ha.

 

Hutan Lindung Bukit Riki dan Hutan Produksi Air Bengkenang berbatasan langsung dengan kecamatan Air Nipis, khususnya desa suka maju. Kondisi nya saat ini bahwa Kawasan Hutan lindung Bukit Riki dikuasai oleh masyarakat. Sebagian besar masyarakat yang memanfaatkan kawasan HL Bukit Riki tersebut berasal dari luar kecamatan air nipis antara lain dari Kecamatan Kedurang, Kecamatan Ulu Manna, Kecamatan Pino Raya dan Kab Kaur (Padang Guci). Semakin menyempitnya ruang kelola masyarakat memaksa mereka menguasai kawasan hutan tersebut agar dapat bertahan hidup.

 

Kesadaran bahwa menguasai kawasan hutan negara adalah sebuah pelanggaran, masyarakat desa suka maju mengusulkan untuk Izin kelola kawasan hutan yaitu skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) tahun 2012 lalu. Empat tahun berlalu, izin HKM hingga kini belum juga mereka dapatkan. “Kapasitas SDM kita masih rendah, sehingga dibutuhkan pendekatan yang ekstra agar masyarakat mampu untuk mengelola hutan secara lestari ke depannya” ujar kepala Dinas Kehutanan dan ESDM Bengkulu Selatan saat di temui oleh staf lapangan Yayasan Genesis, Jumat (19/2/2016).

 

Ketua Kelompok Tani Hutan Makmur, Muhar (45 tahun) mengatakan “tahun 2012 juga diusulkan untuk pembentukan kelompok tani hutan makmur, tetapi sampai saat ini belum ada legalitasnya dari dinas. Kami berharap dengan Yayasan Genesis bisa mendampingi kami dalam pengelolaan hutan ini ke depannya”.

 

Staf Lapangan Program MFP Yayasan Genesis Bengkulu di Bengkulu Selatan, Abdula Ibrahim Ritonga mengatakan bahwa Tahun 2015 lalu, Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan mengeluarkan SK PAK-HKm (Penetapan Areal Kerja Hutan Kemasyarakatan) seluas 1.476 ha sebanyak 492 kepala keluarga di Desa Suka Maju.

 

“Sampai akhir Bulan februari 2015 telah dilakukan pengorganisasian untuk fasilitasi penguatan dan pembentukan Kelompok Tani Hutan di HL Bukit Riki yaitu sebanyak 7 kelompok tani hutan yang akan dibentuk antara lain Kelompok Tani Hutan Makmur, Kelompok Tani Hutan Danau Sebakas, Kelompok Tani Hutan Luwangan Hilir, Kelompok Tani Hutan Utama Senak Ulu, Kelompok Tani Hutan Pematang Tulang Gajah, Pematang Tulang Sepit, dan Kelompok Tani Hutan Pematang Kemang. Adapun yang telah didata dalam 7 kelompok tani hutan ini sebanyak 217 kepala keluarga. Apabila tidak diusulkan IUPHKm selama 2 tahun dari jangka waktu PAK-HKm (Penetapan Areal Kerja Hutan Kemasyarakatan) dikeluarkan oleh Kementerian LHK maka dengan sendiri akan batal izin PAK HKm nya. Harapannya ke depan ke 7 kelompok tani hutan ini bisa mengelola hutan secara lestari dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat” tambahnya.

 

Selain itu juga, Yayasan Genesis Bengkulu mendampingi desa suka maju untuk pengusulan Hutan Desa dengan calon hutan desa yaitu Sebakas Dusun Tinggi. Menurut cerita dari Kepala Dusun Tanjung Tengah Desa Suka Maju Bapak Yubin bahwa sebakas dusun tinggi ini bekas dusun lama yang meninggalkan sejarah dan sampai saat ini menjadi peninggalan leluhur yang diyakini oleh masyarakat bengkulu selatan. Di sebakas dusun tinggi nantinya akan dipetakan untuk zona pemanfaatan dan zona perlindungan. Zona pemanfaatan berada di kaki sebakas dusun tinggi yang bertujuan untuk pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, dan zona perlindungan di puncak sebakas dusun tinggi. Di bagian puncak sebakas dusun tinggi terdapat mushallah dan balai untuk tempat pengunjung beristirahat yang datang dari luar dengan membayar nazarnya (wilayah religi). Disamping itu juga menjaga flora dan fauna yang terdapat dipuncak sebakas dusun tinggi dan menjaga nilai2 sosial budaya sampai ke generasi selanjutnya.