Situs Sejarah di Kaur Butuh Perlindungan

DSC_0163

DSC_0163Kaur, Cuma Kita – Kabupaten Kaur merupakan salah satu kabupaten yang punya peninggalan sejarah dari para penjajah dan kerajaan zaman dahulu. Peninggalan-peninggalan sejarah itu hingga kini masih ada, namun tidak sedikit dari peninggalan sejarah itu sudah mulai hilang, bahkan terlupakan. Saat ini situs-situs bersejarah tersebut banyak yang sudah tidak diketahui keberadaannya dan susah untuk dicari kebenarannya apalagi yang banyak tersebar didaerah hutan lindung.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur Daud Abdullah melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Gunawarman mengatakan pihak berupaya untuk mendapatkan izin pengelolaan situs sejarah tersebut.

“Saat ini kita berupaya supaya pihak Dinas diberikan izin untuk mengelola dan menjaga situs-situs sejarah ini. Supaya nanti situs-situs bersejarah di Kabupaten Kaur bisa dijaga dan dilestarikan, sehingga jejak sejarah itu tidak hilang,” pungkas Gunawarman.

Beberapa situs sejarah yang mulai hilang yakni di Daerah Padang Guci banyak situs sejarah seperti batu hitam peninggalan bersejarah serta situs-situs lainnya banyak yang sudah tiada, didaerah Kecamatan Muara Sahung terdapat situs bersejarah dari kerajaan Sriwijaya dan di daerah Sambat Kecamatan Maje ada juga situs sejarah jam raksasa, namun sudah hilang, bahkan banyak peninggalan terlebih dahulu tidak diketahui kapan hilang atau dimusnahkan orang.

Oleh karena itu, agar situs ini bisa dikenang oleh genarsi selanjutnya Gunawarman meminta kepada pihak terkait agar bisa membuat peraturan atau perda dalam perlindungan situs bersejarah.

“Saat ini memang hanya sedikit lagi situs bersejarah di Kaur yang masih bisa kita jumpai. Oleh karena itu kami berharap ada perda untuk pemeliharaan situs bersejarah agar tetap terjaga dan dikenang,” demikian Gunawarman. (WHA)