Mukomuko sepakat Rancang Tataruang Yang Melindungi Kawasan Hutan.

jadi
Foto : Yayasan Genesis

CumaKita- Mukomuko akan merevisi tataruang pada tahun 2017 untuk menjaga kawasan hutan. tersebut disampaikan oleh Bupati kabupaten Mukomuko, choirul Huda pada acara Hal lokakarya “Kajian Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko sebagai Dasar Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Tata Ruang Sumatera” di aula Bapeda Mukomuko. Rabu, (16/03/2016).

“Tanaman kelapa sawit tidak dapat dijadikan satu-satunya pendukung ekonomi masyarakat karena rentan turun harga. Diperlukan alternatif lain, yaitu akan didorongnya ekonomi kerakyatan dengan tidak mengorbankan lingkungan ditambah lagi kabupaten Mukomuko sebenarnya adalah lumbung pangan.Saya mendukung kegiatan ini dan berharap rekomendasi dari lokakarya ini untuk menjadi acuan revisi tataruang nantinya” ujarnya.

Pada acara yang sama, ketua DPRD kabupaten Mukomuko, Armansyah juga menyampaikan “Dalam tataruang propinsi Bengkulu dan tataruang nasional, kabupaten Mukomuko itu adalah lumbung tanaman pangan. Tanaman pangan butuh ketersediaan air yang baik. Ketersediaan air yang baik terjamin jika hutan juga baik. Maka menjadi sangat pentinng untuk menjaga kawasan hutan.

Armansyah juga menegaskan bersedia untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami konflik tenorial.

Konsorsium Genesis Bengkulu selaku inisiator dari kegiatan lokakarya tersebut memaparkan hasil kajian lingkungan hidup yang telah mereka lakukan untuk review tataruang kabupaten Mukomuko bahwa 41% luasan Mukomuko telah dikuasai oleh 9 perusahaan perkebunan skala besar.

“Besarnya luasan APL yang dikuasai oleh 9 perusahaan perkebunan skla besar ini menjadikan ruang kelola rakyat semakin meyempit, sehingga 74 ribu hektar kawasan penyangga Taman Nasional Kerinsi Seblat (HP, HPT) terancam kehilangan fungsinya” kata Supin Triyohar, koordinator program konsorsium Genesis.

Dia juga menambahkan “melihat fakta itu lah menjadi penting untuk dilakukannya kajian lingkungan hidup strategis dalam penyusunan rencana, kebijakan, dam program oleh pemerintah. Kajian lingkungan hidup strategis melihat pembangunan berbasis daya tampung dan daya dukung ruang. Mengingat juga bahwa kabupaten Mukomuko didalam tataruang pulau Sumatera adalah kawasan strategis nasioanl (KSN) sehingga tataruang pulau Sumatera wajib menjadi konsideran tataruang kabupaten Mukomuko”.

Senada dengan itu, akademisi Universitas Bengkulu, Gunggung Senoadji menegaskan bahwa setiap RPJMD, RPJMP, Renstra, dan tataruang wajib dilakukan KLHS, sesuai dengan amanat undang-undang 32 tahun 2012.

Kegiatan lokakarya yang diadakan oleh Konsorsium Genesis Bengkulu bersama dengan Tropical Forest Conservation Action (TFCA) serta Bapeda kabupaten Mukomuko ini juga dihadiri sekda kabupateb Mukomuko, 11 instansi pemerintah, camat, masyarakat, media massa, dan TFCA Sumatera.