Masyarakat Resah Jalan Semakin Rusak Karena PT.CBS

air palawanMasyarakat desa Air Palawan, kecamatan Nasal, kabupaten Kaur dalam beberapa tahun ini mulai diresahkan dengan kehadiran perusahaan kelapa sawit Ciptamas Bumi Selaras (CBS). anak dari Ciputra grup ini mengantongi izin dari bupati kabupaten Kaur sejak tahun 2010 yang lalu dengan HGU seluas 10.000 ha (BPN:2011).

“HGU PT. CBS tidak masuk dalam wilayah desa Air Palawan, tidak ada kontribusi apapun yang diterima masyarakat ataupun desa. Kami hanya menerima sengsaranya saja, jalan kami bertambah hancur sejak perusahaan itu masuk” suara tegas pak kades Air Palawan menceritakan kepada tim Genesis Bengkulu. Pak Samsul namanya.

Sambil menunjuk kearah jalan pak Samsul berkata bahwa sejak zaman “atom” hingga sekarang jalan desa Air Palawan tidak pernah disentuh oleh pemerintah. Zaman ”atom” adalah istilah arif yang di pakai masyarakat untuk menjelaskan masa penjajahan Belanda. Air Palawan adalah salah satu dari tiga desa tua di Kabupaten Kaur.

“Tidak pernah terjama aspal, malah sekarang dirusak dengan John Deere (alat berat) dan truk-truk yang menggangkut sawit perusahaan CBS”, tukas pak Samsul.

Sudah sering masyarakat menyampaikan keluhan tersebut pada pihak perusahaan, namun tidak pernah ada tanggapan. Begitu pun dengan pemerintah, sama saja. Setiap kali pertemuan tingkat kecamatan ataupun kabupaten keluhan mengenai rusaknya jalan selalu disampaikan.

Ada 1325 orang masyarakat yang ditimpa kemalangan akibat jalan yang dirusak oleh alat berat dan truk-truk pengangkut sawit perusahaan dari ciputra grup tersebut.

Masyarakat yang keseluruhannya bertani sangat bergantung pada jalan. Jalan menjadi salah satu sentral dari proses produksi komuditi. Kondisi jalan yang rusak seperti saat ini menjadikan harga komuniti yang mereka produksi menjadi jatuh harga.

“Ada selisih harga hampir Rp 2000 an dari setiap kg kopi petani disini dan di luar. Toke jarang ada yang mau masuk, jadi kami harus angkut sendiri atau diojekan kopi-kopi tersebut hingga keluar” tambah pak Abu, yang juga warga desa.

Jatuhnya harga komuditi masyarakat menjadi dampak ikutan dari kerusakan infrastruktur jalan oleh kehadiran PT. CBS tersebut.

“Masyarakat desa Air Palawan pernah membuat rapat untuk penutupan jalan, agar PT. CBS tidak lewat desa mereka lagi (2015), namun saat hari H penutupan masyarakat menjadi membelot. Entah karena apa” kata pak kades.

Genesis Bengkulu melihat keberadaan PT. CBS perlu diperhatikan dan dimonitoring.  “Keberadaan PT. CBS perlu diperhatikan keberadaan serta aktivitasnya. Dengan luasan HGU yang mencapai 10.000 ha dan posisi yang berdampingan langsung dengan kawasan HPT Bukit Kumbang, bisa saja mereka nantinya akan merambah masuk hingga ke kawasan HPT tersebut. Jika itu terjadi akan merusak catchment area sungai Nasal” kata Barlian, direktur Genesis Bengkulu.

Masyarakat desa Air Palawan akan segera mengirimkan surat resmi atas keresahan mereka terhadap PT. CBS. Surat tersebut akan dikirimkan ke pihak perusahaan dan pemerintah.

“Kami akan kirimkan surat resmi sebagai awal rangkaian penolakan. Jika tetap tidak digubris, kami akan tutup jalan supaya mereka tidak lewat dan merusak jalan kami lagi” kata pak Samsul.