Ironis, Daerah Tertinggal Tanpa Bidan

image

Kaur, Cuma Kita.com – Pelayanan Kesehatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama bagi masyarakat daerah tertinggal. Hal inilah saat ini yang menjadi kendala bagi daerah-daerah sangat terpencil di daerah Kabupaten Kaur, akibatnya tidak sedikit masyarakat yang kecewa dengan Pemda Kaur.

Salah satu daerah yang sangat terpencil di Kabupaten Kaur yang tidak ada pelayanan kesehatan seperti Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yakni Desa Penyandingan Kecamatan Maje. Salah satu warga Desa Penyandingan Selvia (20) mengatakan bahwa warga desa tidak pernah posyandu seperti desa-desa lainnya, bahkan balita didesa tersebut tidak pernah imunisasi.

Lebih ironis, setiap warga yang sakit mereka selalu menggunakan obat-obatan tradisional. karena dengan cara demikianlah warga bisa mendapat pengobatan gratis, serta mudah ditemukan dihutan sekitar desa dan lingkungan mereka.

“Disini balita tidak pernah posyandu. Dulu memang ada bidan desa ini, tapi tidak pernah tinggal di desa ini, dan hanya sesekali bahkan sebulan tidak satu kali naik ke sini. Kami disini sudah terbiasa dengan keadaan, jika sakit kami lebih memilih berobat kedukun dengan obat tradisional seperti daun dan akar-akaran. Karena itulah mudah dicari serta gratis,” tutur Selvia.

Kendala terbesar warga desa saat ini tdak hanya pelayanan kesehatan, melainkan jalan menuju desa mereka yang sangat buruk dan jika hujan motor tidak bisa lewat karena berlumpur serta jalan menanjak dan berlobang. Bahkan untuk membeli kebutuhan sehari-hari mereka harus turun atau pergi ke desa sebelah yang berjarak kurang lebih 7 kilometer tiga atau 7 hari sekali, hal ini mereka lakukan karena jalan yang dilewati sangat extrim dan membutuhkan tenaga. Jika kebutuhan mendesak sedangkan cuaca tidak mengizinkan, maka mereka rela berjalan kaki selama satu jam lebih untuk mendapatkan sembako ke desa tetangga.

Perlu diketahui Desa ini sangat luas, dan banyak rumah-rumah warga desa terpisah bahkan berkelompok-kelompok. Jarak ini cukup jauh, sehingga butuh waktu untuk menuju rumah-rumah tersebut, ditambah lagi jalan menuju desa sangatlah buruk. Disini kehidupan masyarakat sangat memprihatinkan, pasalnya selain kurangnya pengetahuan dunia luar juga kesehatan warga dan anak balita terancam, karena kurangnya pelayanan kesehatan. (Wha